Selasa, 13 Mei 2014
JURNAL ILMU EKONOMI
Berikut ini panduan pengelolaan ilmu ekonomi, https://www.mediafire.com/?3w05dt1bfjs774i
ARTIKEL DEVINISI MANAJEMEN
Pengertian
Pemasaran dan Manajemen Pemasaran
Written
By Hary Indrianto on 29 Agustus, 2008 | 15.46
<p>Your browser does not
support iframes.</p>
Pengertian
pemasaran dari pendapat beberapa ahli telah mengemukakan definisi tentang
pemasaran yang kelihatannya berbeda meskipun sebenarnya sama. Perbedaan ini
disebabkan karena mereka meninjau pemasaran yang paling luas, ada beberapa
pendapat mengenai definisi pemasaran diantaranya dikemukakan oleh (William
J. Stanton,1994) yaitu:
Pemasaran
adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan
jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial (Basu Swasta, 2000). Dari definisi tersebut di atas terlihat bahwa
pemasaran mencakup usaha perusahaan yang dimulai antara lain dengan
mengidentifikasikan kebutuhan debitur yang perlu dipuaskan melalui pelayanan
yang bermutu.
Selanjutnya Stanton beranggapan
bahwa keberhasilan pelayanan dalam pemasaran menentukan keberhasilan
perusahaan. Untuk itu kegiatan pemasaran harus dikoordinasikan dan dikelola
dengan cara yang baik. Manajemen pemasaran menurut Philip Kotler didefinisikan
sebagai berikut:Pengertian pemasaran dari pendapat beberapa ahli telah
mengemukakan definisi tentang pemasaran yang kelihatannya berbeda meskipun
sebenarnya sama. Perbedaan ini disebabkan karena mereka meninjau pemasaran yang
paling luas, ada beberapa pendapat mengenai definisi pemasaran diantaranya
dikemukakan oleh (William J. Stanton,1994) yaitu: Pemasaran adalah
sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang
dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Basu
Swasta, 2000). Dari definisi tersebut di atas terlihat bahwa pemasaran
mencakup usaha perusahaan yang dimulai antara lain dengan mengidentifikasikan
kebutuhan debitur yang perlu dipuaskan melalui pelayanan yang
bermutu. Selanjutnya Stanton beranggapan bahwa keberhasilan pelayanan
dalam pemasaran menentukan keberhasilan perusahaan. Untuk itu kegiatan
pemasaran harus dikoordinasikan dan dikelola dengan cara yang baik. Manajemen
pemasaran menurut Philip Kotler didefinisikan sebagai berikut: Manajemen
pemasaran adalah analisis perencanaan, penerapan dan pengendalian terhadap
program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan
pertukaran dan hubungan yang menguntungkan pasar sasaran dengan maksud untuk
mencapai tujuan organisasi (James F, Angel , 1990). Dari definisi
di atas, manajemen pemasaran dirumuskan sebagai suatu proses manajemen yang
meliputi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap
kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
pasar, serta mendorong proses pertukaran secara sempurna dan menguntungkan
pihak-pihak yang terlibat.Konsep Pemasaran Pemasaran merupakan faktor
penting bagi keberhasilan suatu perusahaan, maka faktor pelayanan menjadi
faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Dengan demikian, maka konsep
pemasaran dapat didefinisikan sebagai berikut: Konsep pemasaran adalah
sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan debitur merupakan
syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Herry Assael,
1990). Berdasarkan definisi tersebut, dapat diambil makna bahwa seluruh
kegiatan dalam perusahaan harus ditujukan kepada pemuas kebutuhan debitur,
sehingga dapat diperoleh laba maksimum dalam jangka panjang, demi kelangsungan
hidup perusahaan. Menurut Basu Swasta dalam bukunya “Asas-asas marketing”
disebutkan bahwa ada tiga faktor yang mendasari konsep pemasaran, yaitu:
- Seluruh perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada debitur atau pasar.
- Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan.
- Seluruh kegiatan perusahaan dalam pemasaran harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi.Berdasarkan hal tersebut, maka konsep pemasaran ini mempunyai hubungan yang erat dengan perkembangan manajemen pemasaran.
Sejak
terjadinya revolusi industri, manajemen pemasaran telah mengalami beberapa
tahap perkembangan, yaitu:
1.Tahap Orientasi Produksi
Pada tahap ini perusahaan mempunyai masalah utama bagaimana caranya untuk meningkatkan produksi, faktor layanan yang baik dengan harga yang layak agar dapat diperoleh laba yang besar. Konsep yang dianut oleh perusahaan yang berada pada tahap ini adalah konsep produk, yang menyatakan bahwa produk yang dijual dengan harga yang layak, dan diperlukan sedikit usaha pemasaran agar tercapai penjualan yang memuaskan.
2.Tahap Orientasi Penjualan
Setelah masalah produksi teratasi jumlah produk menjadi berlimpah. Oleh karena pangsa pasarnya terbatas, maka timbul permasalahan bagaimana agar dapat menjual produk-produk yang telah dihasilkan. Perusahaan yang berada pada tahap ini menganut sebuah konsep yaitu konsep penjualan, yang menyatakan bahwa debitur tidak akan bersedia membeli suatu produk dalam jumlah yang cukup banyak tanpa didorong dengan usaha-usaha promosi yang kuat. Perusahaan yang mengaplikasikan konsep ini lebih mementingkan penjualan dari pada kepuasan debitur. Cara seperti ini pada hakekatnya justru merugikan perusahaan sendiri, sebab pembeli merasa tertipu dan kecewa sehingga tidak akan mengulang pembeliannya.
3.Tahap Orientasi Pemasaran
Dengan adanya berbagai perubahan masyarakat yang cepat, kemajuan teknologi yang semakin maju dan rasa jenuh debitur, maka orientasi penjualan tidak dapat lagi memberikan pemecahan atau jawaban secara keseluruhan terhadap usaha-usaha untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuan perusahaan harus lebih mementingkan kebutuhan dan keinginan debitur. Perusahaan yang demikian ini menganut orientasi pemasaran, yang menyatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan perusahaan terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan debitur dan pemberian kepuasaan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari yang dilakukan oleh pesaing. Jadi konsep pemasaran adalah suatu orientasi pada debitur yang didukung oleh pemasaran yang terpadu dan ditujukan untu mecapai kepuasan yang semakin meningkat sebagai kunci tercapainya tujuan perusahaan.
4.Orientasi Manusia dan Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan yang berupaya memberikan kepuasan kepada debitur dan kemakmuran masyarakat dalam jangka panjang menganut konsep pemasaran kemasyarakatan. Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan harus menghasilkan kepuasan debitur dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang sebagai kunci untuk mencapai tujuan perusahaan yang banyak berhubungan dengan masalah penciptaan dan pencapaian faktor hidup yang lebih baik, maka konsep ini dipandang sebagai konsep pemasaran yang baru.Perkembangan masyarakat dan teknlogi telah menyebabkan perkembangan konsep pemasaran. Sekarang ini perusahaan dituntut untuk dapat menanggapi cara-cara atau kebiasaan masyarakat. Perusahaan tidak hanya berorientasi pada debitur saja, tetapi juga harus berorientasi kepada masyarakat. Dengan konsep pemasaran sosial (Social Market Concept), perusahaan berusaha memberikan kepuasan debitur dan kesejahteraan masyarakat untuk jangka panjang.
1.Tahap Orientasi Produksi
Pada tahap ini perusahaan mempunyai masalah utama bagaimana caranya untuk meningkatkan produksi, faktor layanan yang baik dengan harga yang layak agar dapat diperoleh laba yang besar. Konsep yang dianut oleh perusahaan yang berada pada tahap ini adalah konsep produk, yang menyatakan bahwa produk yang dijual dengan harga yang layak, dan diperlukan sedikit usaha pemasaran agar tercapai penjualan yang memuaskan.
2.Tahap Orientasi Penjualan
Setelah masalah produksi teratasi jumlah produk menjadi berlimpah. Oleh karena pangsa pasarnya terbatas, maka timbul permasalahan bagaimana agar dapat menjual produk-produk yang telah dihasilkan. Perusahaan yang berada pada tahap ini menganut sebuah konsep yaitu konsep penjualan, yang menyatakan bahwa debitur tidak akan bersedia membeli suatu produk dalam jumlah yang cukup banyak tanpa didorong dengan usaha-usaha promosi yang kuat. Perusahaan yang mengaplikasikan konsep ini lebih mementingkan penjualan dari pada kepuasan debitur. Cara seperti ini pada hakekatnya justru merugikan perusahaan sendiri, sebab pembeli merasa tertipu dan kecewa sehingga tidak akan mengulang pembeliannya.
3.Tahap Orientasi Pemasaran
Dengan adanya berbagai perubahan masyarakat yang cepat, kemajuan teknologi yang semakin maju dan rasa jenuh debitur, maka orientasi penjualan tidak dapat lagi memberikan pemecahan atau jawaban secara keseluruhan terhadap usaha-usaha untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuan perusahaan harus lebih mementingkan kebutuhan dan keinginan debitur. Perusahaan yang demikian ini menganut orientasi pemasaran, yang menyatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan perusahaan terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan debitur dan pemberian kepuasaan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari yang dilakukan oleh pesaing. Jadi konsep pemasaran adalah suatu orientasi pada debitur yang didukung oleh pemasaran yang terpadu dan ditujukan untu mecapai kepuasan yang semakin meningkat sebagai kunci tercapainya tujuan perusahaan.
4.Orientasi Manusia dan Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan yang berupaya memberikan kepuasan kepada debitur dan kemakmuran masyarakat dalam jangka panjang menganut konsep pemasaran kemasyarakatan. Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan harus menghasilkan kepuasan debitur dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang sebagai kunci untuk mencapai tujuan perusahaan yang banyak berhubungan dengan masalah penciptaan dan pencapaian faktor hidup yang lebih baik, maka konsep ini dipandang sebagai konsep pemasaran yang baru.Perkembangan masyarakat dan teknlogi telah menyebabkan perkembangan konsep pemasaran. Sekarang ini perusahaan dituntut untuk dapat menanggapi cara-cara atau kebiasaan masyarakat. Perusahaan tidak hanya berorientasi pada debitur saja, tetapi juga harus berorientasi kepada masyarakat. Dengan konsep pemasaran sosial (Social Market Concept), perusahaan berusaha memberikan kepuasan debitur dan kesejahteraan masyarakat untuk jangka panjang.
Artikel from: http://mm.unsoed.net/index.php
Langganan:
Postingan (Atom)
